Antara Remaja-PositiveThinking-Bunuh diri

Hampir dua minggu terakhir ini, hati saya terusik dengan beberapa pemberitaan di brita pagi tentang melayangnya nyawa remaja gara-gara masalahnya –bisa dibilang sepele krn setiap orang pernah mengalami masalah yg sama- sendiri. Kemarin, ada berita tentang meninggalnya model cewek gara-gara dibunuh piñata riasnya sendiri. Katanya sih modus penolakan cinta dan penagihan hutang si korban. Lihatlah, betapa sempit pikrannya. Gara2 utang saja sampai merusak satu kehidupan. Naudzubillah…

Ada lagi kasus di Amerika, Remaja bunuh diri SECARA ONLINE!! Live di depan WebCam. Beritanya bisa dibaca di sini.

Dan fakta yang lebih miris lagi, adalah hasil survey di Taiwan. Sekitar 60% remaja berusia 15-22 tahun berpikiran untuk bunuh diri!! (diambil di sini).

Menurut saya sih, setiap orang punya masalah (itu PASTI!!) yang berbeda dan yang memang dituntut adalah “Penyelesaian” atas setiap masalah yang kita hadapi. Dan untuk memulai menghadapi masalah, sebelumnya alangkah baiknya jika kita membentuk sudut pandang atas masalah itu sendiri. Apakah kita memandang masalah itu sebagai “BIG BANG”, sekedar kerikil yang akan kita lewati seiring dengan aliran waktu, atau merupakan palang yang memutus harapan kita untuk mencapai cita-cita kita sendiri, bisa juga lalat kecil yang harus dibunuh dengan meriam? Apapun paradigma itu, dialah yang akan mempengaruhi cara kita menyelesaikan masalah kita.

Nah, menurut saya sih, sebagai remaja jaman sekarang (ceileee), harusnya kita membentuk positive paradigm untuk berpandangan positif atas masalah yang harus kita hadapi dan selesaikan atasnya. Setidaknya, dengan membentuk sudut pandang positif alias positive thinking, kita talah memulai awal yang bagus mulai melangkah mencari solusi masalah kita.

Berfikiran positif alias positive thinking dilakukan dengan cara membentuk paradigma baik atas masalah yang sedang kita hadapi. Tak perduli siapa yang salah dan apa yang menyebabkan. Misalnya saja, kita baru saja diputusin sama cowok tanpa sebab dan alasan yang pasti, atau yang lebih menyakitkan misalnya kita ditinggal seligkuh. Nah, kita set aja sudut pandang kita dengan hal positif, misalnya; “Untung aja dia selingkuh sekarang, nggak setelah seluruh jiwa-ragaku kuserahkan padanya”, atau “Ternyata dia bukan yang terbaik untuk saya. Semoga bentar lagi ketemu yang lebih baik dari dia” bisa juga “Mungkin bentar lagi aku dipacari Robb Pattinson, makanya Tuhan bikin aku putus sama dia” (ahahahhahahaa). Intinya, bikinlah hatimu rela dan ikhlas menerima tekanan batin atas masalahmu.

Dengan berpositif thinking, satu per satu ‘pintu’ menuju solusi terbaik akan terbuka J. DIJAMIN!! Karma ini juga pengalama pribadi saya😀 . Dan tentnya, kita akan menjadi pribadi yang lebih handal secara spiritual dan lebih sehat secara lahir batin. Secara spiritual, tentunya pikiran kita always tergaja dari stress yang bisa bikin syaraf otak tegang dan berujung pada kerusaka sel otak dan fungsi organ2 tubuh laennya. Pastinya!! Yang tak kalah penting, hidup bakal terasa lebih nikmat..😀

Setelah berpikiran positif, langkah selanjutnya adalah menentukan dan mencari2 solusi masalah kita itu. Tak ada salahnya curhat, share, konsultasi ke orang yang kita anggap lebih berkompeten dan bisa meringankan beban kita. Sukur-sukur bisa bantu kasih solusi. Kalau memang menangis itu dibutuhkan,dan bisa mengurangi beban kita. Bukan berarti kita cengeng lho ya.!! Well, Nangisnya secukupnya aja ya!! Jangan berlebihan.. yang ada malah bikin sakit tambah sakit..😉

Nah, beberapa hari yang lalu, saya sempet nyebarin angket kepada beberapa responden dari kalangan mahasiswa untuk mengetahui tanggapan dan kebiasaan mereka ketika menghadapi suatu masalah…

*Biar enak bacanya sengaja saya sajikan dengan format kolom…😀

Pertanyaan Responden1 Responden2 Responden3 Responden4
Menurut kamu, penting nggak sih ber-positive thinking ketika kita sedang terpuruk? Menurutkku

berpikir positif pada saat terpuruk itu penting

cuman, pada kenyataannya

susah menjalaninya.

Soalnya biasanya pas terpuruk itu pikiran uda cupet kan.. So, semua hal kadang kita lihat mutlak negative.

Sangat! karena, dibalik keterpurukan, kalo kita memandangnya negatif, pasti makin jatuh

dg keterpurukan. Kita harus selalu berpikir positif bahwa ini bagian dari pembelajaran & proses hidup

Dengan berpikir positif, kita nggak mikirin kenapa bisa terpuruk, tapi apa yang harus kita lakukan dg baik ke depannya..

penting banget intinya klo pikiran kita positif > badan kita sehat > kerja jadi enak > wajah selalu tersenyum > jauh dari penyakit kanker > awet muda > panjang umur hahaha… kurang panjang ta ce. kalau kamu lebih panjang ya itu rin, baca the secret, sebuku penuh membahas alasan kekuatan berpikir positif
Apa yg biasanya kamu lakukan untuk mengatasi masalahmu? Menyenangkan diri sendiri, mencari kesibukan yang bikin seneng diri lah intinya

😀

1. introspeksi

2. berdoa

3. berikhtiar untuk menjadi lebih baik ke depannya

Gunakan otak buat berpikir. Nangis sih boleh, tapi di sela-sela itu harus digunakan u/ berpikir cari solusi buat masalah kita makan yang banyak, curhat ke temen, have fun
Terus kl lagi down a.k.a terpuruk, siapa sih yg paling bisa mengurangi kesedihanmu? Honestly, untuk saat ini..teman dekat dan diri sendiri🙂

hehhe

Diri sendiri. Nggak ada yang lebih paham diri kita selain kita sendiri

😀

Keluarga dan orang tua. keluarga dan sahabat

Nah, itu dia sebagian dari beberapa responden dengan argumennya tentang berpikiran sositif. Nah, udah tau kan pentingnya berpositif thinking.So, jangan ikut2an bunuh diri manjat tower kayak di brita2televisi ya!! Jalan kita masih panjang. Isilah dengan serangkaian cita-cita dan beribu hal positif yang kamu bisa!! ^^;

Ni, ada lagunya Dewa19. Jalan kita masih panjang. Semoga menginspirasi ya…

Semoga bermanfaat…

8 thoughts on “Antara Remaja-PositiveThinking-Bunuh diri

  1. klo udah positif thinking, semua jadi terasa ringan che..walopun ada kalanya kita udah ga bisa lagi positif thinking..tp ga ada salahnya dicoba kan..😀

    semangat..semangat.. dunia ini fana..masih ada yang lebih abadi nantinya..jadi kesempatan yang ada dinikmati aja sebaik-baiknya..😀

    • Males ah,
      lek interview awakmu marai meningkatkan angka bunuh diri anak remaja ;P
      mesti akeh ‘penyimpangan’ idemu ikuw mbes wakakakkakakkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s