Donat Kentang “Menul-Menul” dan “Anti Mainstream”

Arial: 26w3d

Bulan november ini saya lagi suka posting, nampaknya.. Yang biasanya blog dibiarin berjamur, kali ini tiap ada momen bersejarah bawaannya pengen cepet2 postingūüėÄ
Dan hari sabtu kemarin disaat jualan lagi sepi kiriman, pengen banget bikin kue yang bisa tahan lama dengan cara bikin nggak ribet. Kuenya harus tahan lama alias betah disimpen di kulkas sampai berhari-berhari. Secara saya Arial tiap pagi bawaannya kembung kl nggak ada cemilan yang masuk perut.. Dan pilihan itu jatuh pada “Donat Kentang”. Resepnya ambil dari Mbak Endang JTT.

Donat Kentang
Ternyata gampang banget bikinnya. Hasilnya juga sangat baguuuss dan memuaskan bagi saya yang baru kali ini nyoba bikin kudapan. Asalkan sesuai dengan resep yang ditulis ahlinya yaa!

Belanja punya belanja bahan, dengan resep 500 gram tepung biayanya cuma 36ribu rupiah saja bu-ibu.. Itu juga sudah jadi 23 biji donat (dengan pembagian adonan @ 50gram).  Sampai dengan tulisan ini diposting, donatnya masih bagus2 saja di dalam kulkas. rasanya masih tetep empuk dan renyah.. Kemarin semua adonan saya goreng. Untuk disimpan di dalam kulkas, saya goreng sekedarnya saja, supaya raginya mati. Kalau disimpan dalam kondisi mentah takutnya ragi akan terus berfermentasi, sehingga rasanya jadi asem. Tar kalau pengen yang anget, tinggal goreng bentar aja.. Dan siaplah donat kentangnya dinikmati. ^.^

Ini dia resep asli dari JTT:

*****
Bahan:

– 500 gram tepung terigu protein tinggi (misal: Cakra Kembar dari Bogasari)
– 50 gram susu bubuk
– 11 gram ragi instant
– 200 gram kentang
– 50 – 100 ml air dingin
– 100 gram gula pasir
– 75 gram mentega
– 1/2 sendok teh garam
– 2 butir telur, kocok lepas (resep asli 4 butir kuning telur)
Cara membuat:
Kupas kentang, potong-potong dan kukus hingga empuk dan matang. Haluskan dengan menggunakan blender. Dinginkan.
Siapkan mangkuk besar, masukkan bahan kering (tepung terigu, gula pasir, ragi instan, susu bubuk), aduk hingga benar-benar rata. Masukkan kentang halus, air dan telur kocok, uleni adonan hingga rata dan agak kalis. Masukkan mentega dan garam. Uleni adonan hingga benar-benar kalis. Taburi tepung sedikit demi sedikit jika adonan dirasa terlalu basah.
Jika adonan telah kalis, ditandai dengan adonan kenyal, elastis, smooth dan mudah dibentuk sesuka kita tanpa lengket sama sekali. Bentuk adonan menjadi bola besar, lumuri permukaan wadah dengan minyak goreng, letakkan adonan dan tutup wadah dengan kain lap bersih. Istirahatkan adonan hingga adonan mengembang 2 kali lipat.
Kempiskan adonan, uleni sekali lagi + 5 menit, kemudian bagi adonan masing-masing dengan berat 50 gram. Bulatkan masing-masing adonan dengan menggelindingkannya pada kedua telapak tangan kita hingga permukaannya licin dan halus. Tata bulatan-bulatan adonan pada loyang yang telah ditaburi tepung, tutup dengan kain bersih dan istirahatkan kembali hingga mengembang 2 kali lipat.
Cetak adonan menggunakan cetakan donat, atau anda bisa menggunakan jari tangan anda untuk membuat lubang di tengah adonan.
Goreng adonan yang telah dicetak dengan minyak yang banyak, gunakan api kecil agar adonan mengembang dengan baik dan tidak cepat gosong. Matikan api jika minyak terlalu panas. Minyak yang terlalu panas akan membuat donat tidak mekar sempurna.
Tiriskan donat dan serap kelebihan minyak dengan tissue dapur. Taburi donat dengan gula halus jika suka. Enjoy!
*****
Oiya, dari resep diatas, yang saya lakukan sedikit berbeda cuma proses penghancuran kentang (saya pakai uleg-uleg) dan proses pencetakan. Saya cetak pake tangan. Nggak punya cetakan sih.. hehehee..
Istimewanya donat ‘percobaaan ini’ kita kerjakan bertiga. dengan membagi adonan menjadi¬†2 .. 1 bagian untuk Kunk, satu bagian untuk saya dan Arial. Kunk cukup antusias buat main2in adonannya.. katanya kayak mainan Play Doh!
Kunk bermain 'play doh kentang'

Kunk bermain ‘play doh kentang’

Dan jadilah versi “Donat Anti Mainstream” a la Kunk. dan “Donat Menul-Menul a la Ibu & Arial”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s